Penjelasan Tentang Diet Hepatitis

DIET HEPATITIS - Blog AhliGiziID

Hepatitis merupakan peradangan hati yg disebabkan keracunan toksin tertentu atau infeksi virus. Virus Hepatitis A ditularkan melalui rute fecal-oral, terdiri sekitar 50% dari kasus hepatitis. Hepatitis B dianggap penyakit menular seksual; 20% dari mereka yang terkena dampak berkembang menjadi penyakit hati kronis. Hepatitis E virus telah dilaporkan mengakibatkan hepatitis kronis pada pasien transplantasi. Virus hepatitis C adalah penyakit yang kompleks, banyak orang dengan Hepatitis C berkembang penyakit kronis; 25% kasus menyebabkan sirosis, kanker hati, atau gagal hati yang membutuhkan transplantasi. Hepatitis ditandai dengan nyeri perut kanan atas, jaundice (kuning), demam, mual berat, muntah, urin berwarna gelap, dan nyeri sendi.

Tujuan Diet

  • Meningkatkan regenerasi jaringan hati dan mencegah kerusakan hati lebih lanjut
  • Mencegah atau memperbaiki berat badan yang hilang akibat menurunnya nafsu makan, mual, dan muntah
  • Mencegah pemecahan protein melalui diet tinggi karbohidrat
  • Memenuhi kebutuhan cairan untuk mencegah dehidrasi walaupun kontraindikasi
  • Mendorong asupan kopi dan makanan antioksidan
  • Mencegah penyebaran virus melalui cuci tangan dan higiene

Prinsip Diet

  • Untuk pasien dengan segala bentuk hepatitis, berikan yang diet lengkap dan seimbang
  • Energi tinggi untuk pemecahan protein yg diberikan bertahap sesuai kemampuan pasien 30 – 35 kkal/kgBB
  • Lemak cukup 20 – 25% dari energi total dalam bentuk mudah cerna /dalam bentuk emulsi. Jika terjadi steatorea (BAB berminyak) maka berikan lemak rantai medium (Medium Chain Triacylglycerols/MCT)
  • Protein 1 -1,2 g/kgBB untuk hepatitis akut
  • Karbohidrat 50 – 55% total energi untuk menggantikan cadangan glikogen hati
  • Natrium sesuai kebutuhan
  • Cairan cukup
  • Small frequent feeding (porsi kecil tapi sering)
  • Bentuk makanan lunak bila mual dan muntah atau makanan biasa sesuai kemampuan saluran cerna
  • Vitamin dan mineral sesuai tingkat defisiensi. Pemberian 400 μg folat dan 50 mg B1, suplemen multivitamin dengan mineral 1x/hari dan suplemen magnesium. Suplemen vitamin B kompleks (B1, folat, B12), vitamin K,  vitamin C dan Zink untuk anoreksia dan memperbaiki ensefalopati
  • Monitor kelebihan zat besi dan vitamin A yang tidak dapat ditoleransi lewat suplemen
  • Pemberian mkn yg merangsang seperti makanan pedas, kafein, dan makanan berserat tinggi harus dihindari jika pasien sudah memiliki varises pd esofagus dan riwayat muntah darah
  • Tambahan cairan dianjurkan, kecuali kontraindikasi. Dianjurkan konsumsi kopi

Makanan yang Dianjurkan

Protein nabati seperti kedelai, tempe, tahu, dan susu kedelai mengandung lebih sedikit asam amino aromatik dan alifatik, formula khusus memiliki rasio Fisher yg mengurangi asam amino aromatik dan meningkatkan asam amino alifatik.​1​

  • Medium Chain Triacylglycerols (MCT)

Pasien penyakit hati lebih disarankan untuk mengonsumsiMCT karena lebih mudah diabsorbsi langsung dari makanan ke vena portal hepatika. MCT banyak terdapat pada minyak kelapa, minyak inti kelapa sawit (virgin coconut oil), dan susu sapi.​1​

Minyak zaitun direkomendasikan karena mengandung asam lemak tidak jenuh, omega 3, yang jika diimbangi dengan penurunan berat badan tidak hanya dapat mengurangi liver steatosis,tetapi juga meningkatkan sensitifitas insulin.​2​

Kopi mengandung lebih dari 1000 senyawa kimia. Berdasarkan studi, konsumsi kopi > 3 cangkir per hari memiliki risiko 53% lebih rendah terhadap pengembangan penyakit hati daripada peminum non-kopi.​3​

  • Cengkeh, kayu manis, kunyit, daun mint

mengandung konsentrasi antioksidan yang sangat tinggi. Dalam diet normal, asupan herbal memberikan kontribusi yang signifikan pada total antioksidan dan sumber antioksidan diet yang lebih baik daripada makanan lain.​1​

Tabel. Bahan Makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan pada diet hepatitis

Sumber Makanan yang dianjurkan Makanan yang tidak dianjurkan
Karbohidrat Nasi, mie, kentang, bihun, roti, sereal, biskuit, oat Bahan makanan yang tidak dianjurkan adalah makanan yang mengandung alcohol, teh kental, atau kopi kental, minuman bersoda, makanan dengan campuran bahan tambahan pangan sintetis atau berpengawet; serta pembatasan pada makanan yang mengandung tinggi garam
Protein hewani Telur, susu, daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, ikan, yoghurt
Protein nabati Tahu, tempe, kacang hijau
Lemak Minyak, mentega, margarin, santan encer, alpukat
Sayur Semua sayur kecuali yang terdapat pada bahan makanan yang tidak dianjurkan
Buah Semua buah kecuali yang terdapat pada bahan makanan yang tidak dianjurkan
Bumbu Bawang merah, bawang putih, lada, kunyit, jahe, ketumbar, salam, sereh, kayu manis, lengkuas
Sumber : Penuntut diet dan terapi gizi

Makanan dan Herbal yang Dibatasi

  • Suplemen vitamin larut lemak

Hindari asupan vitamin larut lemak berlebihan (vitamin A dan D). Toksisitas vitamin A mungkin terjadi pada gangguan fungsi hati; hati – hati terhadap konsumsi semua suplemen. ​1​

Konsumsi alkohol terkait dengan progresivitas penyakit hepatitis kronik.​1​

Kava-kava merupakan herbal untuk mengobati kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur. Tanaman Piper methysticum yang berdaun hijau berbentuk tanda hati. Chaparral dari tanaman Larrea tridentata ; biasanya digunakan untuk campuran teh. Kava – kava dan chaparral beracun bagi hati dan harus dihindari.​1​

Kava-kava
https://images.app.goo.gl/A1FfRjPkQWCQjezn6
Chaparral
https://images.app.goo.gl/bX2TQ4aoCkGWs1sm6

Terapi hepatitis termasuk menghindari zat yang menyebabkan kerusakan hati, minum obat untuk infeksi virus, dan mengikuti langkah-langkah diet yang meningkatkan status gizi.

Referensi

  1. 1.

    Escott-Stump Sylvia. Nutrition Diagnosis Related Care. 7th ed. Lippincott Williams & Wilkins; 2012.

  2. 2.

    Suharyati S, Hartati S, Kresnawan T, Sunarti S, Hudayani F, Darmarini F, eds. Penuntun Diet Dan Terapi Gizi. 4th ed. EGC; 2019.

  3. 3.

    Freedman ND, Everhart JE, Lindsay KL, et al. Coffee intake is associated with lower rates of liver disease progression in chronic hepatitis C. Hepatology. Published online July 13, 2009:1360-1369. doi:10.1002/hep.23162