Mendix Janjikan Percepat Pengembangan Aplikasi Dengan Dukungan Low Code

Mendix Janjikan Percepat Pengembangan Aplikasi Dengan Dukungan Low Code

Jakarta, Fnsab Info Mengembangkan aplikasi bagi perusahaan tidaklah semudah membicarakannya. Sekitar 55% perusahaan di dunia membutuhkan waktu enam bulan sampai tiga tahun, untuk mengembangkan aplikasi mulai dari penyusunan ide hingga siap diluncurkan.

Hal ini rentan menyebabkan proyek yang dituju tertunda, dan momentum bisnis yang dibidik pun terlewat. Ditambah, sumber daya manusia Indonesia di bidang pengembangan aplikasi yang jumlahnya masih minim.

Bahasa pemrograman atau coding yang cenderung rumit menjadi salah satu tantangan besarnya. Padahal kebutuhannya sangat tinggi, mengingat hampir semua industri kini bertumpu pada digital.

Menjawab kebutuhan tersebut, Siemens Digital Industries Software menghadirkan Mendix. Mendix merupakan produk perangkat lunak dengan teknologi low-code yang dapat memudahkan pengembangan aplikasi ponsel (mobile apps), maupun aplikasi desktop dengan penggunaan coding yang minimal.

Baran Abdaha, Regional Business Development Manager, PT ACA Pacific Indonesia sebagai pengembang mengatakan, pada dasarnya aplikasi baik yang tersedia di website, perangkat komputer ataupun perangkat bergerak adalah hanya salah satu bentuk pilihan engagement antar penyedia layanan dengan pengguna.

Tetapi hari ini pendekatan via aplikasi sudah masuk ke prioritas utama tiap organisasi (perusahaan), untuk tetap bisa relevan dalam persaingan bisnis.

“Kita lihat bagaimana riset statista yang menyampaikan pengguna aplikasi hingga 20 juta pengguna dengan estimasi revenue lebih dari 42 juta dollar AS dan akan terus tumbuh. Pengembangan aplikasi tentunya adalah pondasi dari perputaran bisnis yang membangun ekonomi digital di Indonesia.” ujar Baran .

Tentu saja dengan adopsi Mendix sebagai Low Code Application Platform, akan membantu untuk menekan barriers of entry ketika organisasi memutuskan membangun aplikasi baik untuk kebutuhan internal maupun pendekatan ke pelanggannya.

“Mendix sebagai platform sudah menyediakan satu wadah bagi organisasi untuk mulai mengembangkan aplikasi tanpa terjebak di dalam dilema penyediaan developer, kolaborasi antar stakeholders maupun operasionalnya.” kata Baran.

Speed, Collaboration, dan Control digabungkan oleh Mendix untuk menghasilkan perangkat lunak yang membantu bisnis beradaptasi dengan transformasi digital menjadi mudah. Teknologi low-code yang digunakan memungkinkan proses pengembangan sebuah aplikasi dari penyusunan konsep hingga diluncurkan menjadi lebih singkat.

Selain itu, dengan durasi pengembangan aplikasi yang lebih pendek, dari sisi budget juga akan lebih efisien bagi pelaku bisnis dan meminimalisir kemungkinan melewatkan momentum bisnis yang ingin diraih.

Kemudahan yang ditawarkan oleh Mendix ini pada prinsipnya juga sejalan dengan target pemerintah Republik Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan 9 juta talenta digital pada tahun 2035. Apalagi merujuk pada laporan e-Conomy SEA dengan judul “At Full Velocity: Resilient and Racing Ahead”, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang tumbuh pesat dan diprediksi akan mencapai 124 miliar dollar AS pada tahun 2025 mendatang.

“Melalui kemitraan kami dengan Siemens Digital Industries Software, kami bersama-sama membawa Mendix sebagai solusi revolusioner di area pengembangan aplikasi. Harapannya tiap organisasi akan semakin yakin untuk mewujudkan idenya kemudian terjun membangun aplikasi.” ucap Baran.

Diharapkan hadirnya Mendix dapat mendorong ekosistem ekonomi digital di Indonesia menjadi lebih kuat. Seiring dengan semakin terbukanya lebih banyak peluang di bidang pengembangan aplikasi, untuk memaksimalkan potensi ekonomi digital di setiap lini bisnis dan Indonesia secara keseluruhan.